Kamis, 17 Desember 2015

Makalah Relasi Gender Kelompok 13 word


Isu-Isu Gender dalam Agama-Agama Dunia

Makalah
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah
Relasi Gender dalam Agama-Agama

Oleh
Hana Natul Maula (NIM: 1112034000172)
Abdul Basith (NIM: 1112034000027)
Maulana Iskandar (NIM: 1112034000036)
Mulyadi (NIM: 1113032100016)
A. Mukhlis Harahap (NIM: 1113032100008)
Muhammad Rifky Nuris (NIM: 1113032100034)
Suherman (NIM: 1112034000149)


PROGRAM STUDI TAFSIR-HADIS
FAKULTAS USHULUDDIN DAN FILSAFAT
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
1436 H/2014 M

Makalah Relasi Gender Kelompok 13 pdf

klik disini

Responding Paper Mohammad Rifky Nuris

Topik 1 - Teori Feminisme, unduh
Topik 2 - Relasi Gender dalam Islam, unduh
Topik 3 - Perempuan, Agama, dan Perubahan Sosial, unduh
Topik 4 - Islam dan Kesetaraan Gender, unduh
Topik 5 - Islam dan Kesetaraan Gender di kalangan Masyarakat Muslim Indonesia, unduh
Topik 6 - Relasi Gender dalam Agama Yahudi, unduh
Topik 7 - Relasi Gender dalam Agama Kristen, unduh
Topik 8 - Perempuan, Agama, dan Transformasi Sosial dalam Agama Kristen, unduh
Topik 9 - Relasi Gender dalam Agama Hindu, unduh
Topik 10 - Relasi Gender dalam Agama Buddha, unduh
Topik 11 - Relasi Gender dalam Agama Kongfutse, unduh
Topik 12 - Isu-Isu Gender di dalam Agama-Agama Dunia, unduh

Responding Paper Maulana Iskandar



Responding Papers Relasi Gender dalam Agama-Agama
Responding Paper Topik : I
TEORI FEMINIS:  KERAGAMAN PEMIKIRAN FEMINIS
A.    Pengertian dan Sejarah Feminisme
Secara etimologis feminis berasal dari bahasa latin,yaitu femina yang dalam bahasa Inggris diterjemahkan menjadi feminen artinya memiliki sifat-sifat sebagai perempuan. Kemudian kata itu ditambah “isme”  yang menjadi feminisme,yang berarti hal ihwal tentang perempuan.Dalam pengertian yang lebih luas, feminisme sekurang-kurangnya mencakup tiga pengertian pokok. Pertama, feminisme merupakan pengalaman hidup, sebab ia tidak terlepas dari sejarah munculnya, yaitu dari masyarakat patriarkhi. Dari sejarah hiduplah kemudian lahirlah kaum perempuan yang mempunyai kesadaran feminis.kedua, feminis sebagai alat perjuangan politik bagi kebebasan manusia. Berangkat dari kesadaran feminisme inilah, perempuan ingin melepaskan diri dari penindasan dan ketidak adilan yang selama ini di alaminya. Perjuangan itu diletakkan dalam bentuk persamaan hukum (legal status) hak memilih dan kesetaraan dengan laki-laki.

Responding Paper Hana Natul Maula


Responding Paper Topik 1, klik disini 
Responding Paper Topik 2, klik disini 
Responding Paper Topik 3, klik disini 
Responding Paper Topik 4, klik disini 
Responding Paper Topik 5, klik disini 
Responding Paper Topik 6, klik disini 
Responding Paper Topik 7, klik disini 
Responding Paper Topik 8, klik disini 
Responding Paper Topik 9, klik disini 
Responding Paper Topik 10, klik disini 
Responding Paper Topik 11, klik disini 
Responding Paper Topik 12, klik disini 
Responding Paper Topik 13, klik disini 

Dokumentasi Gambar

link gambar


link gambar

Karya Seni dan Sastra


Film Cut Nyak Dien

Tjoet_Nja_Dhien 
link gambar


Film ini menceritakan tentang perjuangan gigih seorang wanita asal Aceh (lihat Tjoet Nja' Dhien ) dan teman-teman seperjuangannya melawan tentara Kerajaan Belanda yang menduduki Aceh di kala masa penjajahan Belanda di zaman Hindia Belanda. Perang antara rakyat Aceh dan tentara Kerajaan Belanda ini menjadi perang terpanjang dalam sejarah kolonial Hindia Belanda. Film ini tidak hanya menceritakan dilema-dilema yang dialami Tjoet Nja' Dhien sebagai seorang pemimpin, namun juga yang dialami oleh pihak tentara Kerajaan Belanda kala itu, dan bagaimana Tjoet Nja' Dhien yang terlalu bersikeras pada pendiriannya untuk berperang, akhirnya dikhianati oleh salah satu orang kepercayaannya dan teman setianya, Pang Laot yang merasa iba pada kondisi kesehatan Tjoet Nja' Dhien yang menderita rabun dan encok, ditambah penderitaan berkepanjangan yang dialami para pejuang Aceh dan keluarga mereka.

Responding Paper Mulyadi



Mulyadi :1113032100016
Perbandingan agama (A)
Responding Papers Relasi Gender dalam Agama-Agama
Topik : II
TEORI FEMINIS:  KERAGAMAN PEMIKIRAN FEMINIS
A.   Pengertian dan Sejarah Feminisme
Secara etimologis feminis berasal dari bahasa latin,yaitu femina yang dalam bahasa Inggris diterjemahkan menjadi feminen artinya memiliki sifat-sifat sebagai perempuan. Kemudian kata itu ditambah “isme”  yang menjadi feminisme,yang berarti hal ihwal tentang perempuan.Dalam pengertian yang lebih luas, feminisme sekurang-kurangnya mencakup tiga pengertian pokok. Pertama, feminisme merupakan pengalaman hidup, sebab ia tidak terlepas dari sejarah munculnya, yaitu dari masyarakat patriarkhi. Dari sejarah hiduplah kemudian lahirlah kaum perempuan yang mempunyai kesadaran feminis.kedua, feminis sebagai alat perjuangan politik bagi kebebasan manusia. Berangkat dari kesadaran feminisme inilah, perempuan ingin melepaskan diri dari penindasan dan ketidak adilan yang selama ini di alaminya. Perjuangan itu diletakkan dalam bentuk persamaan hukum (legal status) hak memilih dan kesetaraan dengan laki-laki.

Gerakan tersebut kemudian disebut dengan liberation movement, yakni suatu gerakan pembebasan yang intinya menuntut persamaan dalam struktur sosiala politik. Ketiga, feminisme sebagai aktifitas intelektual. Artinya gerakan yang memberikan pemahaman tentang kehidupan sosial, dimana perempuan itu tinggal, kekutan yang bisa dilakukan untuk melaksanakan perubahan ke arah perbaikan nasib perempuan dan untuk mengetahui apa yang harus diperjuangkan, bagaimana mendefinisikan bentuk-bentuk penindasan atas perempuan dan lain sebagainya.

Video

Berikut adalah beberapa video dokumenter yang berkenaan dengan Relasi Gender:

Bi-Gender "A Lesson in Gender Identity", unduh



This is the first of three lessons that address gender stereotypes. The objective of this lesson is to encourage students to develop their own critical intelligence with regard to culturally inherited stereotypes, and to the images presented in the media - film and television, rock music, newspapers and magazines. In this lesson students take a look at their own assumptions about what it means to be a man, and what it means to be a woman. The brainstorming and discussion sessions are meant to encourage them to ask gender-specific questions as a step in the self-reflective process. Students will begin to see how believing in stereotypes can lead to violence towards oneself and others.

Ebook

  1. Feminism is For Everybody, klik disini untuk mengunduh.
  2. Feminisme di Iran, klik disini untuk mengunduh.
  3. Gerakan Wanita Indonesia, klik disini untuk mengunduh.
  4. Haifaa J "Aminah Wadud", klik disini untuk mengunduh.
  5. Women Leadership in Muhammadiyah, klik disini untuk mengunduh.
  6. Women Identity, klik disini untuk mengunduh.
  7. Pandangan Gender di dalam Pendidikan, klik disini untuk mengunduh.
  8. Pendeta Wanita dalam Gereja Khatolik, klik disini untuk mengunduh.
  9. Peranan Gender dalam Rumah Tangga, klik disini untuk mengunduh.
  10. Trouble gender, klik disini untuk mengunduh.
  11. Women President, klik disini untuk mengunduh.

 Deskripsi:
  1. Simply put, feminism is a movement to end sexism, sexist exploitation, and oppression. This was a definition of feminism I offered in Feminist Theory: From Margin to Center more than 10 years ago. It was my hope at the time that it would become a common definition everyone would use. I liked this definition because it did not imply that men were the enemy. By naming sexism as the problem it went directly to the heart of the matter. Practically, it is a definition which implies that all sexist thinking and action is the problem, whether those who perpetuate it are female or male, child or adult. It is also
    broad enough to include an understanding of systemic institutionalized sexism. As a definition it is open-ended. To understand feminism it implies one has to necessarily understand sexism.
  2. Gerakan perempuan di Republik Islam Iran terbilang lebih maju dibandingkan negara-negara Islam lainnya di Timur Tengah. Meski mengalami banyak hambatan mulai dari tafsir agama maupun budaya etnis serta kebijakan pemerintah, namun kenyataannya gerakan perempuan di Iran dapat tumbuh dan berkembang, bahkan muncul banyak tokoh¬tokoh perempuan Iran yang eksistensinya diakui masyarakat internasional. Tesis ini mencoba mengungkap tumbuh dan berkembangnya gerakan Perempuan di Republik. Islam Iran dan faktor-faktor yang mempengaruhi berkembangnya gerakan Perempuan pasca revolusi Islam Iran, mulai dari tokohnya, tuntutannya, model gerakannya, dan perubahan kebijakan pemerintah yang adil terhadap perempuan.
  3. Dalam ebook ini menceritakan tentang hak wanita yang sesungguhnya, banyak buku-buku dikalangan para intelektualitas yang menjelaskan tentang kodrat dan fungsi sesungguhnya wanita yang sebenarnya, banyak jurnal-jurnal yang telah merampas hak-hak perempuan sebagai mestinya, misalnya saja dalam dunia kerja/dunia karirnya seorang wanita itu memiliki waktu jam kerja yang sebanding dengan laki-laki padahal hal itu dapat merusak kesehatan perempuan. Disisi lain juga ia harus berpakaian yang tak sesuai dengan keinginan dan ketentuan agamanya yang membuatnya merasa canggung atau kurang percaya diri, ini akan menyebabkan depresi berat yang lari kepada kematian. Berbeda dengan seorang laki-laki yang mungkin ia diposisikan dimana saja itu akan merasa nyaman dan bisa dikatakan ia akan peduli dengan keadaan ia sekarang yang selama ini tidak pernah mengganggu hak-haknya. Misalnya kita bandingkan anatara jam kerja wanita dan pria itu pria merasa biasa saja tidak ada tekanan karena menurut mereka hal yang wajar ketika mendapat jam kerja begitu padat, dan segi penampilanpun seorang pria itu tidak memiliki keterbatasan. Disinilah kita bias melkihat bahwa ketidakadilan terhadap wanita itu muncul dengan secara halus.
4.      Amina Wadud adalah seorang feminis Islamimam dan seorang feminis dengan, fokus progresif pada Al-Qur'an tafsir. Riset Amina Wadud mengenai wanita dalam Al-Qur’an muncul dalam suatu konteks historis yang erat kaitannya dengan wanita Afrika-Amerika dalam upaya memperjuangkan keadilan gender. Tujuan riset Amina Wadud adalah menentukan kriteria yang pasti untuk mengevaluasi sejauh mana posisi wanita dalam kultur muslim telah betul-betul menggambarkan maksud Islam mengenai wanita dalam masyarakat. Selain itu, tujuan spesifiknya adalah menunjukkan kemampuan penyesuaian pandangan dunia Al-Qur’an terhadap persoalan dan dunia wanita menurut konteks modern.
5.      Sejarah islam mencatat, keberhasilan para pemimpin dikalangan umat islam, khususnya ketika zaman Rasulullah SAW. Konsep kepemimpinan ini masih menjadi sebuah tanda tanya besar dikalangan umat islam sendiri, apalagi ditambah dengan, semakin hilangnya pigur-pigur, dan tokoh-tokoh yang mahir dalam kepemimpinan, perbedaan tersebut karena di pengaruhi oleh, ajaran-ajaran orng barat yang mencoba untuk mengikis habis, pemahaman asli umat islam terhadap kepemimpinan. Seiring dengan bergantinya zaman, maka bergantipulalah sistem kepemimpinan, akan tetapi bagi umat islam sistem kepemimpinana yang diajarkan oleh Rasulullah SAW dan para sahabatnyalah, sistem yang paling baik dan akurat, dengan tidak mengenyampingkan sistem-sistem baru yang memang itu sejalan dengan yang dicontokan rasul, dan diajarkan didalam Al-Quran. Akan tetapi kini, banyak umat islam yang mencoba menerapkan sistem baru, yang bervariasi ragamnya, yang jelas itu tidak sejalan dengan apa yang telah dianjurkan Rasulullah SAW.